Jumat, 31 Maret 2017

Riset Operasi “Metode Transportasi”


Riset Operaasi
“Metode Transportasi”

Merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama, ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal.
Metode transportasi berhubungan dengan distribusi suatu produk tunggal dari beberapa sumber, dengan penawaran terbatas, menuju ke beberapa tujuan dengan permintaan tertentu. Asumsi dasar model ini adalah biaya transport pada suatu rute tertentu proporsional dengan banyaknya unit yang dikirimkan.
Pada model transportasi, yang harus diperhatikan adalah bahwa total kuantitas pada seluruh baris harus sama dengan total kuantitas pada seluruh kolom, jika tidak, maka perlu ditambahkan kuantitas dummy.

Karakteristik dari metode transportasi adalah :
1) Suatu barang dipindahkan (transported), dari sejumlah sumber ke tempat tujuan dengan biaya seminimum mungkin.
2) Atas barang tersebut tiap sumber dapat memasok suatu jumlah yang tetap dan tiap tempat tujuan mempunyai jumlah permintaan yang tetap.

Model dari metode trasportas dapat digambarkan seperti yang tertera pada Gambar 1.

Gambar 1. Model Metode Transportasi

Keterangan Gambar 1 :
·         a1, a2, ..., am   = Jumlah supply (pasokan) pada sumber ke 1, 2, ..., m.
·         bA, bB, ..., bn  = Jumlah demand (permintaan) pada sumber ke A, B, ..., n.
·        c1A, ..., cmn     = Biaya yang terjadi akibat perpindahan dari sumber ke tujuan
  (dari sumber 1 ke A, ..., dari sumber m ke n).
·         x1A, ..., xmn    = Jumlah yang terjadi akibat perpindahan dari sumber ke tujuan
(dari sumber 1 ke A, ..., dari sumber m ke n).

Untuk membantu penyelesaian masalah metode transportasi, digunakan alat bantu berupa tabel seperti yang tertera pada tabel 1 yang disebut tabel tansportasi.

Tabel 1. Model Tabel Transportasi
 
Untuk menyelesaikan masalah transportasi, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, beberapa yang akan dibahas dalam materi ini, antara lain :
1) Metode North West Corner (NWC).
2) Metode Least Cost (LC).
3) Metode Vogel’s Approximation Method (VAM).

Metode North West Corner (NWC)
Merupakan metode yang memulai langkah awalnya dari pojok kiri atas. Langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah transportasi dengan menggunakan metode ini, adalah sebagai berikut :
1) Mulai dari sudut kiri atas (x1A), alokasikan sejumlah maksimum produk dengan melihat jumlah pasokan dan permintaan (atau supply dan demand).
2) Kemudian, bila xmn merupakan kotak terakhir yang dipilih, lanjutkan dengan mengalokasikan pada xm,n+1 (kotak sebelah kanan dari kotak terpilih pada baris yang sama) bila n mempunyai kapasitas permintaan (demand) yang tersisa.
3) Bila tidak (kapasitas permintaan/demand pada baris kotak terpilih sudah terpenuhi), maka alokasikan ke xm+1,n (kotak di bawah kotak terpilih), dan seterusnya sehingga semua kebutuhan telah terpenuhi.


Contoh Soal
Ada 3 kota tempat penyimpanan beras yaitu 1, 2, dan 3, yang akan mengirim ke 3 tempat penggilingan beras yang berlokasi di A, B, dan C dengan menggunakan kereta api, dimana tiap gerbongnya memuat 1 ton beras. Data pasokan beras dan data permintaan beras untuk setiap bulannya, serta data biaya pengiriman dapat dilihat pada tabel berikut.


Permasalahannya adalah untuk menentukan banyak beras (ton) yang harus dikirim dari tiap kota tempat penyimpanan ke tiap lokasi penggilingan setiap bulannya agar total biaya transportasi minimum.

Penyelesaian Masalah Transportasi Dengan Metode NWC
1) Distribusikan data yang ada di soal ke dalam tabel transportasi seperti berikut ini. (Lihat Tabel 2).
2) Mulai dari pojok kiri atas (x1A), dengan jumlah supply = 200 dan demand = 150, maka jumlah maksimum yang dapat dialokasikan pada x1A = 150 (sejumlah demand), karena jika dialokasikan sebesar 200 (sejumlah supply) akan melebihi kapasitas demand. Dari alokasi x1A ini, maka x1B dan x1C yang berada pada baris yang sama (baris 1) tidak perlu di alokasikan (=0). Sehingga tabel akan menjadi seperti berikut ini. (Lihat Tabel 3).
3) Karena baris 1 sudah memenuhi demand (n tidak ada sisa) sehingga alokasi pada xm,n+1 (kotak sebelah kanan dari kotak terpilih pada baris yang sama, yaitu x1B) tidak dapat dilakukan, maka lanjutkan alokasi ke xm+1,n (kotak di bawah kotak terpilih), dalam hal ini yaitu x2A. Dengan jumlah supply = 200, namun telah digunakan x1A = 150, maka sisa jumlah supply = 50, dan demand = 175, sehingga jumlah maksimum yang dapat dialokasikan pada x2A = 50 (sejumlah sisa dari supply) dan x3A tidak perlu dialokasikan (=0). (Lihat Tabel 4).
4) Karena baris 2 belum memenuhi demand (n masih ada sisa), maka lakukan alokasi pada xm,n+1 (kotak sebelah kanan dari kotak terpilih pada baris yang sama), dalam hal ini yaitu x2B. Dengan jumlah supply = 100, dan demand = 175, namun telah digunakan x1B = 50, maka sisa jumlah demand = 125, sehingga jumlah maksimum yang dapat dialokasikan pada x2B = 100 (sejumlah supply), dan x3B tidak perlu dialokasikan (=0). (Lihat Tabel 5).
5) Karena baris 2 belum memenuhi demand (n masih ada sisa), maka lakukan alokasi pada xm,n+1 (kotak sebelah kanan dari kotak terpilih pada baris yang sama), dalam hal ini yaitu x2C. Dengan jumlah supply = 300, dan demand = 175, namun telah digunakan x1B = 50 dan x2B = 100, maka sisa jumlah demand = 25, sehingga jumlah maksimum yang dapat dialokasikan pada x2C = 25 (sejumlah sisa dari demand). (Lihat Tabel 6).
6) Karena xm,n+1 (kotak sebelah kanan dari kotak terpilih) tidak dapat dilakukan, maka lanjutkan alokasi ke xm+1,n (kotak di bawah kotak terpilih), dalam hal ini yaitu x3C. Dengan jumlah supply = 300, namun telah digunakan x2C = 25, maka sisa jumlah supply = 275, dan demand = 275, sehingga jumlah maksimum yang dapat dialokasikan pada x3C = 275 (sejumlah sisa dari supply dan demand). (Lihat Tabel 7).


7) Karena semua telah teralokasi maja telah dicapai solusi optimal. Sehingga alokasi optimal dari metode NWC adalah x1A= 150, x1B= 0, x1C= 0, x2A= 50, x2B= 100, x2C= 25, x3A= 0, x3B= 0, dan x3C= 275.
8) Menghitung biaya pengiriman yang harus dikeluarkan dengan persamaan sebagai berikut.

Jadi biaya pengiriman (transportasi) adalah sebesar $5925.


Metode Least Cost (LC)
Metode ini jauh lebih baik secara umum jika dibandingkan dengan metode NWC. Hal ini karena dalam metode LC mempertimbangkan hal-hal yang ada dalam metode transportasi, yaitu biaya selnya, sehingga mendekati solusi optimal yang diinginkan. Sel yang memiliki biaya-biaya yang tertinggi otomatis tidak akan terpakai, tetapi jika ada sel yang memiliki biaya yang sama, maka penentuan sel yang akan di isi dapat dilakukan secara bebas.
Langkah-langkah dalam menyelesaikan permaslahan transportasi dengan metode ini adalah sebagai berikut :
1) Mulai dari kotak/sel yang memiliki biaya paling keci/minimal, kemudian alokasikan jumlah produk semaksimal mungkin dengan melihat jumlah pasokan dan permintaan (atau supply dan demand).
2) Selanjutnya pilih kembali kotak/sel yang memiliki biaya paling kecil/minimal kecuali kotak/sel yang sudah dipilih dan kotak/sel yang sudah tidak mungkin di alokasikan jumlah produk. Kemudian alokasikan jumlah produk di kotak/sel yang dipilih dengan memeprhatikan jumlah pasokan dan permintaan (atau supply dan demand).

Penyelesaian Masalah Transportasi Dengan Metode LC
Dengan menggunakan contoh soal yang sama pada metode NWC, berikut akan disajikan penyelesaian masalah dengan metode LC.
1) Distribusikan data yang ada di soal ke dalam tabel transportasi seperti berikut ini. (Lihat Tabel 8).
2) Pilih kotak/sel yang memiliki biaya paling kecil/minimal, dalam hal ini adalah x3A dengan biaya sebesar $4. Kemudian alokasikan sejumlah produk semaksimal mungkin dengan melihat jumlah supply dan demand. Dengan jumlah supply = 200, dan demand = 275, maka jumlah yang dapat dialokasikan pada x3A = 200 (sesuai jumlah supply), sehingga x1A dan x2A tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 9).
3) Pilih kembali kotak/sel yang memiliki biaya paling kecil/minimal (tanpa x3A, x1A, dan x2A yang sudah tidak mungkin dialokasikan), dalam hal ini adalah x3B dengan biaya $5. Dengan jumlah supply = 100, dan demand = 275, namun telah digunakan oleh x3A = 200, maka sisa jumlah demand = 75, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x3B = 75 (sesuai sisa jumlah demand), dan x3C tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 10).
4) Pilih kembali kotak/sel yang memiliki biaya paling kecil/minimal (tanpa kotak/sel yang sudah tidak mungkin dialokasikan), dalam hal ini adalah x1B dengan biaya $8. Dengan jumlah supply = 100, namun telah digunakan oleh x3B = 75, maka sisa jumlah supply = 25, dan demand = 150, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x1B = 25 (sesuai sisa jumlah supply), dan x2B tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 11).
5) Pilih kembali kotak/sel yang memiliki biaya paling kecil/minimal (tanpa kotak/sel yang sudah tidak mungkin dialokasikan), dalam hal ini adalah x1C dengan biaya $10. Dengan jumlah supply = 300, dan demand = 150, namun telah digunakan oleh x1B = 25, maka sisa jumlah demand = 125, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x1C = 125 (sesuai sisa jumlah demand). (Lihat Tabel 12).
6) Kotak terakhir yang masih dapat dialokasikan adalah x2C dengan biaya $11. Dengan jumlah supply = 300, namun telah digunakan oleh x1C = 125, maka sisa jumlah supply = 175, dan demand = 175, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x2C = 175 (sesuai sisa jumlah supply dan demand). (Lihat Tabel 13).





7) Karena sudah tidak ada lagi kotak/sel yang tersisa, maka solusi optimal sudah dicapai. Alokasi optimal dengan metode LC adalah x1A= 0 ; x1B= 25 ; x1C= 125 ; x2A= 0 ; x2B= 0 ; x2C= 175 ; x3A= 200 ; x3B= 75 ; x3C= 0
8) Menghitung biaya pengiriman yang harus dikeluarkan dengan persamaan sebagai berikut.
Jadi biaya pengiriman (transportasi) adalah sebesar $4550.



Metode Vogel’s Approximation Method (VAM)
Bila dibandingkan dengan dua metode sebelumnya, metode ini jauh lebih baik lagi (lebih mendekati solusi optimal). Namun metode ini relative lebih rumit dalam menentukan solusi.
Langkah-langkah dalam meyelesaikan masalah transportasi dengan metode VAM adalah sebagai berikut.
1) Susunlah kebutuhan, kapasitas masing-masing sumber, dan biaya pengangkutan ke dalam matrik (tabel).
2) Carilah perbedaan dari dua biaya terkecil (dalam nilai absolut), yaitu biaya terkecil dan terkecil kedua untuk tiap baris dan kolom pada matrik (tabel).
3) Pilihlah 1 nilai perbedaan yang terbesar di antara semua nilai perbedaan pada kolom dan baris.
4) Alokasikan semaksimal mungkin jumlah produk pada kotak/sel yang termasuk dalam kolom atau baris terpilih, yaitu pada kotak/sel yang biayanya terendah di antara kotak/sel lain pada kolom/baris itu. Untuk alokasinya perhatikan kapasitas supply dan demand yang ada.

Penyelesaian Masalah Transportasi Dengan Metode VAM
Dengan menggunakan contoh soal yang sama pada metode NWC, berikut akan disajikan penyelesaian masalah dengan metode LC.
1) Menyusun kebutuhan, kapasitas masing-masing sumber, dan biaya pengangkutan ke dalam matrik (tabel). (Lihat Tabel 14).
2) Mencari perbedaan dari dua biaya terkecil (dalam nilai absolut), yaitu biaya terkecil dan terkecil kedua untuk tiap baris dan kolom pada matrik (tabel). Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 15, dua biaya terkecil pada baris ditunjukkan dengan lingkaran warna merah, sedangkan dua biaya terkecil pada kolom ditunjukkan dengan warna ungu.
3) Memilih 1 nilai perbedaan yang terbesar di antara semua nilai perbedaan pada kolom dan baris. Dari hasil pada tabel 15, nilai perbedaan terbesar adalah 4 yaitu pada baris 2.
4) Memilih kotak/sel pada baris/kolom yang memiliki nilai perbedaan terbesar dengan biayanya terendah di antara kotak/sel lain pada kolom/baris itu. Dalam hal ini pada baris 2, kotak/sel x2A adalah yang dipilih. Kemudian alokasikan semaksimal mungkin jumlah produk pada kotak/sel yang termasuk dalam kolom atau baris terpilih. Dengan jumlah supply = 200, dan demand = 175, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x2A = 175 (sesuai jumlah demand), dan x2B serta x2C tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 16).
5) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-2. Hasilnya pada Tabel 17.
6) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-3. Dari hasil pada tabel 17, nilai perbedaan terbesar adalah 3 yaitu pada kolom B.
7) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-4. Dalam hal ini pada kolom B, kotak/sel x3B adalah yang dipilih. Dengan jumlah supply = 100, dan demand = 275, maka jumlah yang dapat dialokasikan pada x3B = 100 (sesuai jumlah supply), dan x1B tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 18).
8) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-2. Hasilnya pada Tabel 19.
9) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-3. Dari hasil pada tabel 19, nilai perbedaan terbesar adalah 8 yaitu pada baris 3.
10) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-4. Dalam hal ini pada baris 3, kotak/sel x3A adalah yang dipilih. Dengan jumlah sisa supply = 25, dan sisa demand = 175, maka jumlah yang dapat dialokasikan pada x3A = 25 (sesuai jumlah sisa supply), dan x1A tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 20).
11) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-2. Hasilnya pada Tabel 21.
12) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-3. Dari hasil pada tabel 21, nilai perbedaan terbesar adalah 2 yaitu pada kolom C.
13) Lakukan kembali langkah penyelesaian ke-4. Dalam hal ini pada kolom C, kotak/sel x1C adalah yang dipilih. Dengan jumlah supply = 300, dan demand = 150, maka jumlah yang dapat dialokasikan pada x1C = 150 (sesuai jumlah demand). (Lihat Tabel 22).
14) Karena hanya tersisa satu kotak/sel yang belum teralokasi yaitu x3C, dan jumlah sisa supply, serta jumlah sisa demand masih ada sebesar 150, maka alokasikan semuanya pada kotak/sel tersebut (x3C). (lihat Tabel 23).





15) Karena sudah tidak ada lagi kotak/sel yang tersisa, maka solusi optimal sudah dicapai. Alokasi optimal dengan metode VAM adalah x1A= 0 ; x1B= 0 ; x1C= 150 ; x2A= 175 ; x2B= 0 ; x2C= 0 ; x3A= 25 ; x3B= 100 ; x3C= 150.
16) Menghitung biaya pengiriman yang harus dikeluarkan dengan persamaan sebagai berikut.

Jadi biaya pengiriman (transportasi) adalah sebesar $5125.



Referensi
Noer. Bustanul Arifin, 2010, Belajar Mudah Riset Operasional, ANDI.
Sitinjak. Tumpal JR, Riset Operasi, Graha Ilmu, 2006
Taylor III. Bernard W, Manajemen Sains, Salemba Empat, 2008

Wijaya. Andi, Pengantar Riset Operasi, Mitra Wacana Media, 2012

Rabu, 28 September 2016

SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK DAN MONARKI (TUGAS 1 PKN)



REPUBLIK
Dalam pengertian dasar, Republik adalah sebuah negara di mana tampuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat, bukan dari prinsip keturunan Bangsawan dan sering dipimpin atau dikepalai oleh seorang Presiden.

Istilah ini berasal dari bahasa Latin “Res Publica”, atau "Urusan Awam", yanng artinya kerajaan dimilik serta dikawal oleh rakyat. Namun Republik berbeda dengan konsep Demokrasi. Terdapat kasus dimana negara Republik diperintah secara Totaliter.

Misalnya, Afrika Selatan yang telah menjadi Republik sejak 1961, tetapi disebabkan dasar Apartheid sekitar 80% penduduk kulit hitamnya dilarang untuk mengikuti pemilu. Tentu saja terdapat juga negara Republik yang melakukan perwakilan secara Demokrasi.

Konsep Republik telah digunakan sejak berabad lamanya dengan Republik yang paling terkenal yaitu Republik Roma, yang bertahan dari 509 SM hingga 44 SM. Di dalam Republik tersebut, prinsip-prinsip seperti “anualiti” (Memegang pemerintah selama satu tahun saja) dan "collegiality" (dua orang memegang jabatan ketua negara) telah dipraktekkan.

Dalam zaman modern ini, ketua negara suatu Republik biasanya seorang saja, yaitu Presiden, tetapi ada juga beberapa pengecualian misalnya di Swiss, terdapat Majelis tujuh pemimpin yang merangkap sebagai Ketua negara, dipanggil Bundesrat, dan di San Marino, jabatan Ketua negara dipegang oleh dua orang.


Republikanisme adalah pandangan bahwa sebuah republik merupakan bentuk pemerintahan terbaik. Republikanisme juga dapat mengarah pada Ideologi dari banyak partai politik yang menamakan diri mereka Partai Republikan.

Beberapa dari antaranya adalah, atau mempunyai akarnya dari anti-monarkisme. Untuk kebanyakan partai republikan hanyalah sebuah nama dan partai-partai ini, serta pihak yang berhubungan dengan mereka, mempunyai sedikit keserupaan selain dari nama mereka.



REPUBLIK DAN KONSEP DEMOKRASI

Banyak yang berpendapat negara republik adalah lebih demokratik dari negara monarki. Namun itu semuanya sebenarnya bergantung kepada siapa yang memegang Kuasa Eksekutif.

Pada hampir setengah negara-negara monarki, Raja hanyalah sekedar lambang kedaulatan negara, dan Perdana Menteri lebih berkuasa dari Raja.
Monarki biasanya bertakhta seumur hidup dan kuasanya akan diberi kepada saudara atau anak, atau dipilih mengikut peraturan yang ditetapkan. Banyak negara monarki adalah Demokratik.

Dari segi mana yang lebih Demokratik, memang tak ada perbedaan yang jelas antara Republik dan Monarki. Di negara monarki, sering Perdana Menteri mempunyai kuasa eksekutif lebih besar dibanding Rajanya, yang berkuasa dari segi adat istiadat saja.

Dan ada juga kasus di beberapa republik dimana Presidennya memerintah secara Totaliter. Misalnya, negara di bawah pimpinan Bokassa di Republik Afrika Tengah. Walau begitu, biasanya Republik sering disamakan dengan demokrasi. Amerika Serikat misalnya dianggap sebagai simbol Demokrasi.




SISTEM PEMERINTAHAN JERMAN



Jerman merupakan salah satu negara Federasi di Eropa. Dahulu Jerman adalah negara yang berbentuk Kekaisaran namun setelah perang Perancis-Rusia, Sistem Pemerintahan Jerman berubah menjadi Sistem Pemerintahan Parlementer dengan kepala pemerintahan Kanselir.

Saat Pemerintahan Jerman dipegang oleh NAZI dengan pemimpinnya Adolf Hitler serta rezim otoriternya. Jerman sempat terpecah menjadi dua bagian : Jerman Barat (Federal) dan Jerman Timur (Demokratik). Kekalahan dalam Perang Dunia II membuat Jerman sempat kehilangan wilayah timur sehingga pemerintahan berpindah ke Jerman Barat.

Pada tahun 1990 Jerman kembali bersatu antara Jerman Barat dan Jerman Timur ditandai dengan Runtuhnya Tembok Berlin. Sejak Jerman bersatu, sistem pemerintahan mereka adalah Demokrasi yang berbasis ideologi berlandaskan prioritas hak-hak asasi manusia.

Dalam Parlemen Jerman, Partai dengan koalisi yang dominanlah yang memimpin Parlemen. Dalam pemerintahan Jerman, parlemen dikenal dengan nama Bundestag (Anggotanya dipilih) dan Bundesrat (Anggotanya adalah perwakilan dari negara-negara bagian). Bundesrat hampir mirip dengan senat walau terdapat beberapa perbedaan wewenang.

Pemerintahan Jerman dipimpin oleh Kanselir namun Jerman tetap memiliki Presiden yang dipilih dalam periode lima tahun.

Jerman juga memiliki Makhamah Konstitusi Liberal, dimana setiap warga mempunyai hak mengajukan keberatan berdasarkan Konstitusi jika ia merasa hak asasinya dilanggar oleh pemerintah.




MONARKI

Monarki berasal dari bahasa Yunani monos (μονος) yang berarti satu, dan archein (αρχειν) yang berarti Pemerintah. Monarki merupakan sejenis pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki.

Monarki atau sistem pemerintahan kerajaan adalah sistem tertua di dunia. Pada awal kurun ke-19, terdapat lebih 900 tahta kerajaan di dunia, tetapi menurun menjadi 240 dalam abad ke-20. Sedangkan pada dekade kedelapan abad ke-20, hanya 40 takhta saja yang masih ada. Dari jumlah tersebut, hanya empat Negara mempunyai penguasa Monarki yang mutlak dan selebihnya terbatas kepada sistem Konstitusi.

Perbedaan di antara penguasa Monarki dengan Presiden sebagai kepala negara adalah penguasa Monarki menjadi kepala negara sepanjang hayatnya, sedangkan Presiden biasanya memegang jabatan ini untuk jangka waktu tertentu. 

Namun dalam negara-negara Federasi seperti Malaysia, penguasa Monarki atau Yang dipertuan Agung hanya berkuasa selama 5 tahun dan akan digantikan dengan penguasa Monarki dari negeri lain dalam persekutuan. Pada zaman sekarang, konsep Monarki mutlak hampir tidak ada lagi dan kebanyakannya adalah Monarki konstitusional, yaitu penguasa Monarki yang dibatasi kekuasaannya oleh Konstitusi.

Monarki demokratis berbeda dengan konsep penguasa monarki yang sebenarnya. Pada kebiasaannya penguasa Monarki itu akan mewarisi tahtanya. Tetapi dalam sistem monarki demokratis, tahta penguasa Monarki akan bergilir-gilir di kalangan beberapa Sultan. Malaysia misalnya, mengamalkan kedua sistem yaitu Kerajaan Konstitusional serta Monarki Demokratis.

Bagi kebanyakan negara, penguasa Monarki merupakan simbol Kesinambungan serta Kedaulatan Negara tersebut. Selain itu, penguasa Monarki biasanya ketua agama serta Panglima Besar Angkatan Bersenjata sebuah Negara. 

Contohnya di Malaysia, Yang Dipertuan Agung merupakan Ketua Agama Islam, sedangkan di Britania Raya dan negara di bawah naungannya, Ratu Elizabeth II adalah Gubernur Agung Gereja Inggris. Meskipun demikian, pada masa sekarang ini biasanya peran sebagai Ketua Agama tersebut adalah bersifat Simbolis saja.




SISTEM PEMERINTAHAN MALAYSIA



Dalam Sistem pemerintahan Malaysia, Negara Malaysia merupakan sebuah negara Federasi yang terdiri atas 13 negara bagian dan 3 wilayah persekutuan di Asia Tenggara. Ibu kota Malaysia adalah Kuala Lumpur, sedangkan pusat pemerintahan persekutuan adalah Putrajaya.

Negara Malaysia dipisahkan ke dalam dua kawasan, Malaysia Barat dan Malaysia Timur, oleh Kepulauan Natuan, Wilayah Indonesia di Laut Cina Selatan. Malaysia berbatasan dengan Thailand, Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam dan Filipina.

Federasi Malaysia adalah sebuah Monarki Konstitusional. Kepala negara persekutuan Malaysia adalah Yang di-Pertuan Agung, biasa disebut Raja Malaysia. Yang di-Pertuan Agung dipilih dari dan oleh Sembilan Sultan Negeri-negeri Malaya, untuk menjabat selama 5 tahun secara bergiliran. Empat pemimpin negeri lainnya, yang bergelar Gubernur, tidak turut serta di dalam pemilihan.

Sistem pemerintahan Malaysia bermodelkan Sistem Parlementer Westminter, warisan Penguasa Kolonial Britania. Akan tetapi, di dalam praktiknya, kekuasaan lebih terpusat pada Eksekutif daripada Legislatif, dan Yudikatif diperlemah oleh tekanan berkelanjutan dari pemerintah selama Zaman Mahathir, kekuasaan Yudikatif dibagikan antara pemerintah persekutuan dan pemerintah Negara Bagian. Sejak Kemerdekaan pada tahun 1957, Malaysia diperintah oleh Koalisi Multipartai yang disebut Barisan Nasional (pernah disebut juga Aliansi).

Kekuasaan Legislatur dibagi antara Legislatur Persekutuan dan Legislatur Negeri. Parlemen Bikameral terdiri atas Dewan Rendah, Dewan Rakyat yang mirip dengan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) di Indonesia, dan Dewan Tinggi, Senat atau Dewan Negara mirip dengan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) di Indonesia.

Sebanyak 220 anggota Dewan Rakyat dipilih dari daerah pemilihan beranggota tunggal yang diatur berdasarkan jumlah penduduk untuk masa jabatan terlama 5 tahun. 70 Senator bertugas untuk masa jabatan 3 tahun. 26 di antaranya diplih oleh 13 Majelis negara bagian (masing-masing mengirimkan dua utusan), dua mewakili wilayah persekutuan Kuala Lumpur, masing-masing satu mewakili wilayah Persekutuan Labuan dan Putrajaya, dan 40 diangkat oleh raja atas nasihat perdana menteri.

Di samping Parlemen pada tingkatan persekutuan, tiap-tiap negara bagian memiliki Dewan Legislatif “Unikameral” (Dewan Undangan Negeri) yang para anggotanya dipilih dari daerah-daerah pemilihan beranggota tunggal. 

Pemilihan umum Parlemen dilakukan paling sedikit 5 tahun sekali, dengan pemilihan umum terakhir pada Maret 2008. Pemilih terdaftar berusia berusia 21 tahun ke atas dapat memberikan suaranya kepada calon anggota Dewan Rakyat dan calon anggota Dewan Legislatif negara bagian juga, di beberapa negara bagian, voting tidak diwajibkan.









SUMBER :



Sabtu, 21 Mei 2016

MANUSIA DAN HARAPAN



1.  Pengertian Harapan
       Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang.
          Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
          Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis".
Kalimat lain "harapan palsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.



2.  Persamaan Harapan dan Cita-cita
          Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.
Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterusnya.
Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi.
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Dapat saya simpulkan persamaan harapan dan cita-cita itu keduanya menyangkut masa depan dan belum terwujud. dimana harapan adalah keinginan supaya sesuatu terjadi, dan cita-cita adalah impian yang disertai dengan tindakan.



3.  Contoh Harapan
1.     Seorang siswa yang ingin mengikuti ujian nasional berharap akan mendapatkan nilai Ujian dengan nilai yang baik.
2.    Seorang bisnisman yang berharap memenangkan tander bagi perusahaannya.
3.    Seorang ibu yang berharap anaknya menjadi anak yang sukses dan berguna bagi lingkungan dan bangsanya.
4.    Seorang mahasiswa yang berharap mendapatkan nilai IPK yang tinggi (Amin).



4.  Pengertian Doa
Menurut saya Doa adalah kegiatan dimana seseorang berkomunikasi kepada Tuhan untuk mengucapkan syukur atas anugrah dalam hidupnya, dan juga sarana untuk memohon atau meminta pertolongan kepada Tuhan. Doa dilakukan dengan dua cara yaitu doa individu/sendiri atau syafaat/bersama-sama dengan banyak orang.



5.  Macam-macam Doa
Yang saya ketahui sebagai orang kristen macam macam doa yg dilakukan setiap harinya adalah :
1.     Doa pagi, dilakukan pada pagi hari atau setelah bangun tidur untuk mengawali segala aktivitas pada hari itu.
2.    Doa menjelang makan, dilakukan setiap sebelum makan pagi, siang dan malam.
3.    Doa  menjelang tidur, dilakukan pada malam hari sebelum tidur.



6.  Contoh Doa
Misalnya doa sebelum makan adalah doa yang dilakukan untuk mendoakan makanan yang akan dimakan agar makanan itu jauh dari segala hal negatif dan baik dikonsumsi untuk tubuh, doa sebelum makan juga berisi ucapan syukur kita atas kebaikan Tuhan dalam mencukupi segala kebutuhan kita.



7.  Pengertian Kepercayaan
Percaya adalah :
1.     Mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata.
2.    Menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada.
3.    Menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dan sebagainya).
4.    Yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dan sebagainya).

Kepercayaan adalah :
1.     Anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yang dipercayai itu benar atau nyata.
2.    Sesuatu yang dipercayai.
3.    Harapan dan keyakinan (akan kejujuran, kebaikan, dan sebagainya).
4.    Orang yang dipercaya (diserahi sesuatu dan sebagainya).
5.    Sebutan bagi sistem religi di Indonesia yang tidak termasuk salah satu dari kelima agama yang resmi.




8.  Teori-teori Kebenaran
Menurut Filsafat :
1.     Teori Corespondence, menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu kedaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju/ dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut.
2.    Teori Consistency, Teori ini merupakan suatu usah apengujian (test) atas arti kebenaran. Hasil test dan eksperimen dianggap relible jika kesan-kesanyang berturut-turut dari satu penyelidik bersifat konsisten dengan hasil test eksperimen yang dilakukan penyelidik lain dalam waktu dan tempat yang lain.

3.    Teori Pragmatisme, Paragmatisme menguji kebenaran dalam praktek yang dikenal apra pendidik sebagai metode project atau medoe problem olving dai dalam pengajaran. Mereka akan benar-benar hanya jika mereka berguna mampu memecahkan problem yang ada. Artinya sesuatu itu benar, jika mengmbalikan pribadi manusia di dalamkeseimbangan dalam keadaan tanpa persoalan dan kesulitan. Sebab tujuan utama pragmatisme ialah supaya manusia selalu ada di dalam keseimbangan, untuk ini manusia harus mampu melakukan penyesuaian dengan tuntutan-tuntutan lingkungan.

4.    Kebenaran Religius, Kebenaran tak cukup hanya diukur dnenga rasion dan kemauan individu. Kebenaran bersifat objective, universal,berlaku bagi seluruh umat manusia, karena kebenaran ini secara antalogis dan oxiologis bersumber dari Tuhan yang disampaikan melalui wahyu.




9.  Usaha-usaha Manusia untuk Meningkatkan Rasa Percaya Kepada Tuhan
1.     Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
2.    Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
3.    Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
4.    Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
5.    Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.





SUMBER :