Kamis, 01 Juni 2017
Kamis, 27 April 2017
TEORI ANTRIAN
TEORI ANTRIAN
A.
Pengertian
Analisis Antrian
-
Analisa
antrian merupakan bentuk analisa probabilita, bukan teknik penentuan. Oleh
karena itu hasil dari analisa antrian, disebut sebagai “karakteristik operasi”,
bersifat probabilita.
-
Statistik operasi ini
digunakan oleh manajer untuk mengambil keputusan dalam suatu operasi yang mengandung
masalah antrian.
-
Ada sejumlah model
antrian yang berbeda yang dapat digunakan untuk menganalisa sistem antrian yang
berbeda. Namun yang akan dibahas hanya pada dua jenis sistem yang paling umum
yaitu sistem pelayanan tungal (single-server system) dan sistem
pelayanan ganda (multiple-server system).
B.
Sistem
Pelayanan Tunggal
Pelayanan tunggal dengan sebuah antrian tunggal
merupakan bentuk paling sederhana dari sistem antrian. Oleh karena itu, sistem
ini akan digunakan untuk memperagakan dasar-dasar sistem antrian.
Contoh: Fast Shop
Drive-In Market.
Fast Shop Market memiliki
satu tempat kasir dan satu pegawai yang bertugas mengoperasikan mesin kas pada
tempat kasir tersebut. Dalam sistem antrian ini, kombinasi antara mesin kas dan
tempat kasir atau disebut server (atau fasilitas pelayanan); para
pelanggan yang menunggu giliran pada tempat tersebut untuk membayar barang
belanjaan membentuk suatu barisan, atau antrian.
C.
Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Analisis Antrian
1.
Disiplin Antrian
Disiplin antrian adalah urutan dimana para pelanggan
yang menunggu dilayani. Pelanggan pada Fast Shop Market dilayani dengan dasar
“pertama data, pertama dilayani (first-come, first-served)”. Artinya,
orang yang pertama berada dalam antrian di tempat kasir tersebut akan dilayani
lebih dulu.
Sebagai contoh, seorang operator mesin menyusun
bagian-bagian yang sedang diproses disamping mesin sedemikian sehingga bagian
terakhir diletakkan paling atas dan akan menjadi yang pertama dipilih. Disiplin
antrian ini disebut sebagai “terakhir masuk, pertama keluar (last-in,
first-out)”. Dalam kasus ini, disiplin antrian disebut acak.
Contoh berbagai jenis disiplin antrian adalah ketika
pelanggan diproses berdasarkan abjad nama belakang (nama keluarga) mereka,
seperti pada pendaftaran sekolah atau wawancara pekerjaan. Atau para pelanggan
dijadwalkan akan dilayani sesuai dengan perjanjian yang telah dilakukan
sebelumnya, seperti pasien-pasien pada praktek dokter umum atau dokter gigi
atau mereka yang ingin makan malam di restoran yang membutuhkan reservasi
terlebih dahulu.
2.
Populasi Pelanggan (Calling
Population)
Calling population
(yaitu populasi pelanggan yang membutuhkan) adalah sumber atau alasan bagi
pelanggan memiliki suatu pasar, dimana dalam kasus ini diasumsikan tidak
terhingga (infinitif). Dengan kata lain, terdapat sejumlah besar pelanggan yang
mungkin di daerah lokasi toko tersebut dimana jumlah pelanggan potensial
tersebut diasumsikan sebesar tidak terhingga.
Beberapa sistem
antrian memiliki populasi pelanggan (calling population) yang terbatas. Sebagai
contoh, ruang perbaikan sebuah perusahaan truk dengan armada sebanyak 20 truk
memiliki populasi pelanggan yang terbatas. Antrian tersebut berisi sejumlah
truk yang menunggu diperbaiki, dan populasi pelanggannya terbatas sebesar 20
truk.
3.
Tingkat Kedatangan
-
Tingkat kedatangan
(arrival rate) adalah tingkat dimana para pelanggan datang ke suatu
fasilitas jasa selama periode waktu tertentu.
-
Tingkat ini dapat
diperkirakan berdasarkan data empiris yang diambil dari hasil mempelajari
sistem tersebut atau mempelajari suatu sistem yang sama, atau dapat dianggap
sebagai nilai rata-rata dari data empiris tersebut.
-
Sebagai contoh, jika 100
pelanggan sampai di tempat kasir selama 10 jam sehari, dapat dikatakan bahwa
tingkat kunjungan rata-rata adalah sebesar 10 pelanggan per jam. Meskipun kita
dapat menentukan suatu tingkat kedatangan dengan menghitung jumlah pelanggan
yang membayar pada sebuah toko selama 10 hari per jam, berdasarkan premis ini
saja tidak dapat diketahui kapan para pelanggan ini datang.
-
Dengan kata lain, mungkin
saja dalam satu jam tidak ada seorang pelangganpun yang datang sementara dalam
jam-jam lain terdapat 20 pelanggan yang datang.
-
Secara umum, kedatangan
ini diasumsikan saling independen satu sama lain dan bervariasi secara acak
sepanjang waktu.
-
Berdasarkan asumsi ini, dapat
diasumsikan lebih jauh lagi bahwa kedatangan pada suatu fasilitas jasa sesuai
dengan suatu distribusi probabilita.
-
Walaupun kedatangan dapat
digambarkan oleh distribusi manapun, sudah ditentukan bahwa jumlah kedatangan
per unit waktu pada suatu fasilitas jasa sering dapat didefinisikan oleh distribusi
Poisson.
4.
Tingkat Pelayanan
-
Tingkat pelayanan
(service rate) adalah rata-rata jumlah pelanggan yang dapat dilayani
selama periode waktu tertentu.
-
Untuk contoh Fast Shop
Market, 30 pelanggan dapat keluar (dilayani) dalam satu jam. Suatu tingkat
pelayanan adalah serupa dengan tingkat kedatangan dimana ia merupakan suatu
variabel acak.
-
Dengan kata lain,
faktor-faktor seperti perbedaan jumlah pembelian pelanggan, jumlah kembalian
yang harus dihitung kasir, dan perbedaan bentuk pembayaran mengubah jumlah
pelanggan yang dapat dilayani.
-
Mungkin saja terjadi
bahwa dalam satu jam hanya terdapat 10 pelanggan yang keluar dan dalam jam
berikutnya terdapat 40 pelanggan yang keluar.
-
Gambaran kedatangan dalam
bentuk tingkat dan gambaran jasa dalam bentuk waktu
merupakan konvensi yang telah dikembangkan dalam teori antrian.
-
Waktu pelayanan dapat
ditentukan oleh distribusi probabilita eksponensial (exponential
probability distribution).
-
Untuk menganalisa suatu
sistem antrian, baik kedatangan maupun pelayanan harus berada dalam unit
pengukuran yang cocok. Jadi, waktu pelayanan harus dinyatakan sebagai tingkat
pelayanan untuk dapat dihubungkan dengan tingkat kedatangan.
D. Menentukan yang mana dari sistem
antrian berikut ini, yang merupakan model pelayanan tunggal dan model pelayanan
ganda!
-
Salon = Ganda, karena yang melayani
lebih dari 1
-
Bank =
Ganda, karena yang melayani lebih dari 1
-
Kantor Konsultan = Tunggal, karena
yang melayani hanya 1
-
Praktek Dokter = Tunggal, karena yang
melayani hanya 1
E. Antrian Pelayanan Ganda
Sistem antrian pelayanan ganda adalah baris antrian
tunggal yang dilayani oleh lebih dari satu pelayan. Bagian pelayanan pelanggan
toserba Biggs Department Store memiliki satu ruang tunggu dimana didalamnya kursi-kursi
diletakkan sepanjang dinding, untuk membentuk satu baris antrian. Para
pelanggan datang ke tempat ini dengan pertanyaan-pertanyaan atau
pengaduan-pengaduan atau untuk menjernihkan masalah yang berhubungan dengan
tagihan kartu kredit. Para pelanggan tersebut dilayani oleh tiga orang yang
mewakili toseba, masing-masing ditempatkan di stan yang terpisah. Para
pelanggan dilayani berdasarkan siapa datang pertama, dilayani pertama
F.
Kasus Fast
Shop Market
Fast Shop Market memiliki satu tempat
kasir dan satu pegawai yang bertugas mengoperasikan mesin kas pada tempat kasir
tersebut. Dalam sistem antrian ini, kombinasi antara mesin kas dan tempat kasir
atau disebut server (atau fasilitas pelayanan); para pelanggan
yang menunggu giliran pada tempat tersebut untuk membayar barang belanjaan
membentuk suatu barisan, atau antrian. Konfigurasi
contoh sistem antrian ini ditunjukkan dalam gambar 1.
Faktor-faktor terpenting yang harus dipertimbangkan
dalam melakukan analisa sistem antrian seperti yang terdapat dalam gambar 1
adalah sebagai berikut :
1.
Disiplin antrian (pada urutan ke berapa
pelanggan dilayani)
2.
Sifat
populasi pelanggan (calling population) (darimana
pelanggan berasal)
3.
Tingkat
kedatangan (seberapa sering pelanggan ada dalam antrian)
4.
Tingkat
pelayanan (seberapa cepat pelanggan dilayani).
G. Struktur Dasar Proses
Antrian
1. Satu Saluran
Banyak Tahap (Single Channel – Multi Phase)
Istilah Multi Phase
menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara
berurutan. Sebagai contoh : Pencucian
mobil, Buat KTP, Loundry, dll.
2. Banyak Saluran
Banyak Tahap (Multi Channel - Multi Phase)
Sistem Multi Channel – Multi Phase Sebagai contoh, Herregistrasi
para mahasiswa di universitas, pelayanan
kepada pasien di rumah sakit mulai dari pendaftaran, diagnosa, penyembuhan
sampai pembayaran. Setiap sistem – sistem ini mempunyai beberapa fasilitas
pelayanan pada setiap tahapnya.
SUMBER :
Jumat, 31 Maret 2017
Riset Operasi “Metode Transportasi”
Riset Operaasi
“Metode Transportasi”
Merupakan suatu metode yang digunakan untuk
mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama, ke
tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal.
Metode transportasi berhubungan dengan
distribusi suatu produk tunggal dari beberapa sumber, dengan penawaran
terbatas, menuju ke beberapa tujuan dengan permintaan tertentu. Asumsi dasar
model ini adalah biaya transport pada suatu rute tertentu proporsional dengan
banyaknya unit yang dikirimkan.
Pada model transportasi, yang harus
diperhatikan adalah bahwa total kuantitas pada seluruh baris harus sama dengan
total kuantitas pada seluruh kolom, jika tidak, maka perlu ditambahkan
kuantitas dummy.
Karakteristik
dari metode transportasi adalah :
1) Suatu barang dipindahkan (transported),
dari sejumlah sumber ke tempat tujuan dengan biaya seminimum mungkin.
2) Atas barang tersebut tiap
sumber dapat memasok suatu jumlah yang tetap dan tiap tempat tujuan mempunyai
jumlah permintaan yang tetap.
Model dari metode trasportas dapat
digambarkan seperti yang tertera pada Gambar 1.
Gambar 1. Model Metode Transportasi
Keterangan
Gambar 1 :
·
a1, a2, ..., am =
Jumlah supply (pasokan) pada sumber ke 1, 2, ..., m.
·
bA, bB, ..., bn = Jumlah demand (permintaan) pada sumber ke A,
B, ..., n.
·
c1A, ..., cmn = Biaya yang terjadi akibat perpindahan
dari sumber ke tujuan
(dari
sumber 1 ke A, ..., dari sumber m ke n).
·
x1A, ..., xmn = Jumlah yang terjadi akibat perpindahan
dari sumber ke tujuan
(dari sumber 1 ke A, ..., dari sumber m ke
n).
Untuk membantu penyelesaian masalah
metode transportasi, digunakan alat bantu berupa tabel seperti yang tertera
pada tabel 1 yang disebut tabel tansportasi.
Tabel 1. Model Tabel Transportasi
Untuk menyelesaikan masalah
transportasi, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, beberapa yang akan
dibahas dalam materi ini, antara lain :
1)
Metode North West Corner (NWC).
2)
Metode Least Cost (LC).
3)
Metode Vogel’s Approximation Method (VAM).
Metode North West Corner (NWC)
Merupakan metode yang memulai langkah
awalnya dari pojok kiri atas. Langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah
transportasi dengan menggunakan metode ini, adalah sebagai berikut :
1) Mulai dari sudut kiri atas (x1A),
alokasikan sejumlah maksimum produk dengan melihat jumlah pasokan dan
permintaan (atau supply dan demand).
2) Kemudian, bila xmn merupakan kotak
terakhir yang dipilih, lanjutkan dengan mengalokasikan pada xm,n+1 (kotak
sebelah kanan dari kotak terpilih pada baris yang sama) bila n mempunyai
kapasitas permintaan (demand) yang tersisa.
3) Bila tidak (kapasitas
permintaan/demand pada baris kotak terpilih sudah terpenuhi), maka alokasikan
ke xm+1,n (kotak di bawah kotak terpilih), dan seterusnya sehingga semua
kebutuhan telah terpenuhi.
Contoh
Soal
Ada 3 kota tempat penyimpanan beras
yaitu 1, 2, dan 3, yang akan mengirim ke 3 tempat penggilingan beras yang
berlokasi di A, B, dan C dengan menggunakan kereta api, dimana tiap gerbongnya
memuat 1 ton beras. Data pasokan beras dan data permintaan beras untuk setiap
bulannya, serta data biaya pengiriman dapat dilihat pada tabel berikut.
Permasalahannya adalah untuk menentukan
banyak beras (ton) yang harus dikirim dari tiap kota tempat penyimpanan ke tiap
lokasi penggilingan setiap bulannya agar total biaya transportasi minimum.
Penyelesaian
Masalah Transportasi Dengan Metode NWC
1) Distribusikan data yang ada di soal
ke dalam tabel transportasi seperti berikut ini. (Lihat Tabel 2).
2) Mulai dari pojok kiri atas (x1A),
dengan jumlah supply = 200 dan demand = 150, maka jumlah maksimum yang dapat
dialokasikan pada x1A = 150 (sejumlah demand), karena jika dialokasikan sebesar
200 (sejumlah supply) akan melebihi kapasitas demand. Dari alokasi x1A ini,
maka x1B dan x1C yang berada pada baris yang sama (baris 1) tidak perlu di
alokasikan (=0). Sehingga tabel akan menjadi seperti berikut ini. (Lihat Tabel
3).
3) Karena baris 1 sudah memenuhi demand
(n tidak ada sisa) sehingga alokasi pada xm,n+1 (kotak sebelah kanan dari kotak
terpilih pada baris yang sama, yaitu x1B) tidak dapat dilakukan, maka lanjutkan
alokasi ke xm+1,n (kotak di bawah kotak terpilih), dalam hal ini yaitu x2A.
Dengan jumlah supply = 200, namun telah digunakan x1A = 150, maka sisa jumlah
supply = 50, dan demand = 175, sehingga jumlah maksimum yang dapat dialokasikan
pada x2A = 50 (sejumlah sisa dari supply) dan x3A tidak perlu dialokasikan
(=0). (Lihat Tabel 4).
4) Karena baris 2 belum memenuhi demand
(n masih ada sisa), maka lakukan alokasi pada xm,n+1 (kotak sebelah kanan dari
kotak terpilih pada baris yang sama), dalam hal ini yaitu x2B. Dengan jumlah
supply = 100, dan demand = 175, namun telah digunakan x1B = 50, maka sisa
jumlah demand = 125, sehingga jumlah maksimum yang dapat dialokasikan pada x2B
= 100 (sejumlah supply), dan x3B tidak perlu dialokasikan (=0). (Lihat Tabel
5).
5) Karena baris 2 belum memenuhi demand
(n masih ada sisa), maka lakukan alokasi pada xm,n+1 (kotak sebelah kanan dari
kotak terpilih pada baris yang sama), dalam hal ini yaitu x2C. Dengan jumlah
supply = 300, dan demand = 175, namun telah digunakan x1B = 50 dan x2B = 100,
maka sisa jumlah demand = 25, sehingga jumlah maksimum yang dapat dialokasikan
pada x2C = 25 (sejumlah sisa dari demand). (Lihat Tabel 6).
6) Karena xm,n+1 (kotak sebelah kanan
dari kotak terpilih) tidak dapat dilakukan, maka lanjutkan alokasi ke xm+1,n
(kotak di bawah kotak terpilih), dalam hal ini yaitu x3C. Dengan jumlah supply
= 300, namun telah digunakan x2C = 25, maka sisa jumlah supply = 275, dan
demand = 275, sehingga jumlah maksimum yang dapat dialokasikan pada x3C = 275
(sejumlah sisa dari supply dan demand). (Lihat Tabel 7).
7) Karena semua telah teralokasi maja
telah dicapai solusi optimal. Sehingga alokasi optimal dari metode NWC adalah
x1A= 150, x1B= 0, x1C= 0, x2A= 50, x2B= 100, x2C= 25, x3A= 0, x3B= 0, dan x3C=
275.
8) Menghitung biaya pengiriman yang
harus dikeluarkan dengan persamaan sebagai berikut.
Jadi biaya pengiriman (transportasi)
adalah sebesar $5925.
Metode
Least Cost (LC)
Metode ini jauh lebih baik secara umum
jika dibandingkan dengan metode NWC. Hal ini karena dalam metode LC
mempertimbangkan hal-hal yang ada dalam metode transportasi, yaitu biaya
selnya, sehingga mendekati solusi optimal yang diinginkan. Sel yang memiliki
biaya-biaya yang tertinggi otomatis tidak akan terpakai, tetapi jika ada sel
yang memiliki biaya yang sama, maka penentuan sel yang akan di isi dapat
dilakukan secara bebas.
Langkah-langkah dalam menyelesaikan
permaslahan transportasi dengan metode ini adalah sebagai berikut :
1) Mulai dari kotak/sel yang memiliki
biaya paling keci/minimal, kemudian alokasikan jumlah produk semaksimal mungkin
dengan melihat jumlah pasokan dan permintaan (atau supply dan demand).
2) Selanjutnya pilih kembali kotak/sel
yang memiliki biaya paling kecil/minimal kecuali kotak/sel yang sudah dipilih
dan kotak/sel yang sudah tidak mungkin di alokasikan jumlah produk. Kemudian
alokasikan jumlah produk di kotak/sel yang dipilih dengan memeprhatikan jumlah
pasokan dan permintaan (atau supply dan demand).
Penyelesaian
Masalah Transportasi Dengan Metode LC
Dengan menggunakan contoh soal yang
sama pada metode NWC, berikut akan disajikan penyelesaian masalah dengan metode
LC.
1) Distribusikan data yang ada di soal
ke dalam tabel transportasi seperti berikut ini. (Lihat Tabel 8).
2) Pilih kotak/sel yang memiliki biaya
paling kecil/minimal, dalam hal ini adalah x3A dengan biaya sebesar $4.
Kemudian alokasikan sejumlah produk semaksimal mungkin dengan melihat jumlah
supply dan demand. Dengan jumlah supply = 200, dan demand = 275, maka jumlah
yang dapat dialokasikan pada x3A = 200 (sesuai jumlah supply), sehingga x1A dan
x2A tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 9).
3) Pilih kembali kotak/sel yang
memiliki biaya paling kecil/minimal (tanpa x3A, x1A, dan x2A yang sudah tidak
mungkin dialokasikan), dalam hal ini adalah x3B dengan biaya $5. Dengan jumlah
supply = 100, dan demand = 275, namun telah digunakan oleh x3A = 200, maka sisa
jumlah demand = 75, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x3B = 75
(sesuai sisa jumlah demand), dan x3C tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel
10).
4) Pilih kembali kotak/sel yang
memiliki biaya paling kecil/minimal (tanpa kotak/sel yang sudah tidak mungkin
dialokasikan), dalam hal ini adalah x1B dengan biaya $8. Dengan jumlah supply =
100, namun telah digunakan oleh x3B = 75, maka sisa jumlah supply = 25, dan
demand = 150, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x1B = 25 (sesuai
sisa jumlah supply), dan x2B tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 11).
5) Pilih kembali kotak/sel yang
memiliki biaya paling kecil/minimal (tanpa kotak/sel yang sudah tidak mungkin
dialokasikan), dalam hal ini adalah x1C dengan biaya $10. Dengan jumlah supply
= 300, dan demand = 150, namun telah digunakan oleh x1B = 25, maka sisa jumlah
demand = 125, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x1C = 125 (sesuai
sisa jumlah demand). (Lihat Tabel 12).
6) Kotak terakhir yang masih dapat
dialokasikan adalah x2C dengan biaya $11. Dengan jumlah supply = 300, namun
telah digunakan oleh x1C = 125, maka sisa jumlah supply = 175, dan demand =
175, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x2C = 175 (sesuai sisa jumlah
supply dan demand). (Lihat Tabel 13).
7) Karena sudah tidak ada lagi
kotak/sel yang tersisa, maka solusi optimal sudah dicapai. Alokasi optimal
dengan metode LC adalah x1A= 0 ; x1B= 25 ; x1C= 125 ; x2A= 0 ; x2B= 0 ; x2C=
175 ; x3A= 200 ; x3B= 75 ; x3C= 0
8) Menghitung biaya pengiriman yang
harus dikeluarkan dengan persamaan sebagai berikut.
Jadi biaya pengiriman (transportasi)
adalah sebesar $4550.
Metode Vogel’s Approximation Method
(VAM)
Bila dibandingkan dengan dua metode
sebelumnya, metode ini jauh lebih baik lagi (lebih mendekati solusi optimal).
Namun metode ini relative lebih rumit dalam menentukan solusi.
Langkah-langkah dalam meyelesaikan
masalah transportasi dengan metode VAM adalah sebagai berikut.
1) Susunlah kebutuhan, kapasitas
masing-masing sumber, dan biaya pengangkutan ke dalam matrik (tabel).
2) Carilah perbedaan dari dua biaya
terkecil (dalam nilai absolut), yaitu biaya terkecil dan terkecil kedua untuk
tiap baris dan kolom pada matrik (tabel).
3) Pilihlah 1 nilai perbedaan yang
terbesar di antara semua nilai perbedaan pada kolom dan baris.
4) Alokasikan semaksimal mungkin jumlah
produk pada kotak/sel yang termasuk dalam kolom atau baris terpilih, yaitu pada
kotak/sel yang biayanya terendah di antara kotak/sel lain pada kolom/baris itu.
Untuk alokasinya perhatikan kapasitas supply dan demand yang ada.
Penyelesaian
Masalah Transportasi Dengan Metode VAM
Dengan menggunakan contoh soal yang
sama pada metode NWC, berikut akan disajikan penyelesaian masalah dengan metode
LC.
1) Menyusun kebutuhan, kapasitas
masing-masing sumber, dan biaya pengangkutan ke dalam matrik (tabel). (Lihat
Tabel 14).
2) Mencari perbedaan dari dua biaya
terkecil (dalam nilai absolut), yaitu biaya terkecil dan terkecil kedua untuk
tiap baris dan kolom pada matrik (tabel). Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 15,
dua biaya terkecil pada baris ditunjukkan dengan lingkaran warna merah,
sedangkan dua biaya terkecil pada kolom ditunjukkan dengan warna ungu.
3) Memilih 1 nilai perbedaan yang
terbesar di antara semua nilai perbedaan pada kolom dan baris. Dari hasil pada
tabel 15, nilai perbedaan terbesar adalah 4 yaitu pada baris 2.
4) Memilih kotak/sel pada baris/kolom
yang memiliki nilai perbedaan terbesar dengan biayanya terendah di antara
kotak/sel lain pada kolom/baris itu. Dalam hal ini pada baris 2, kotak/sel x2A
adalah yang dipilih. Kemudian alokasikan semaksimal mungkin jumlah produk pada
kotak/sel yang termasuk dalam kolom atau baris terpilih. Dengan jumlah supply =
200, dan demand = 175, sehingga jumlah yang dapat dialokasikan pada x2A = 175
(sesuai jumlah demand), dan x2B serta x2C tidak perlu dialokasikan. (Lihat
Tabel 16).
5) Lakukan kembali langkah penyelesaian
ke-2. Hasilnya pada Tabel 17.
6) Lakukan kembali langkah penyelesaian
ke-3. Dari hasil pada tabel 17, nilai perbedaan terbesar adalah 3 yaitu pada
kolom B.
7) Lakukan kembali langkah penyelesaian
ke-4. Dalam hal ini pada kolom B, kotak/sel x3B adalah yang dipilih. Dengan
jumlah supply = 100, dan demand = 275, maka jumlah yang dapat dialokasikan pada
x3B = 100 (sesuai jumlah supply), dan x1B tidak perlu dialokasikan. (Lihat
Tabel 18).
8) Lakukan kembali langkah penyelesaian
ke-2. Hasilnya pada Tabel 19.
9) Lakukan kembali langkah penyelesaian
ke-3. Dari hasil pada tabel 19, nilai perbedaan terbesar adalah 8 yaitu pada
baris 3.
10) Lakukan kembali langkah
penyelesaian ke-4. Dalam hal ini pada baris 3, kotak/sel x3A adalah yang
dipilih. Dengan jumlah sisa supply = 25, dan sisa demand = 175, maka jumlah
yang dapat dialokasikan pada x3A = 25 (sesuai jumlah sisa supply), dan x1A
tidak perlu dialokasikan. (Lihat Tabel 20).
11) Lakukan kembali langkah
penyelesaian ke-2. Hasilnya pada Tabel 21.
12) Lakukan kembali langkah
penyelesaian ke-3. Dari hasil pada tabel 21, nilai perbedaan terbesar adalah 2
yaitu pada kolom C.
13) Lakukan kembali langkah
penyelesaian ke-4. Dalam hal ini pada kolom C, kotak/sel x1C adalah yang
dipilih. Dengan jumlah supply = 300, dan demand = 150, maka jumlah yang dapat
dialokasikan pada x1C = 150 (sesuai jumlah demand). (Lihat Tabel 22).
14) Karena hanya tersisa satu kotak/sel
yang belum teralokasi yaitu x3C, dan jumlah sisa supply, serta jumlah sisa
demand masih ada sebesar 150, maka alokasikan semuanya pada kotak/sel tersebut
(x3C). (lihat Tabel 23).
15) Karena sudah tidak ada lagi
kotak/sel yang tersisa, maka solusi optimal sudah dicapai. Alokasi optimal
dengan metode VAM adalah x1A= 0 ; x1B= 0 ; x1C= 150 ; x2A= 175 ; x2B= 0 ; x2C=
0 ; x3A= 25 ; x3B= 100 ; x3C= 150.
16) Menghitung biaya pengiriman yang
harus dikeluarkan dengan persamaan sebagai berikut.
Jadi biaya pengiriman
(transportasi) adalah sebesar $5125.
Referensi
Noer. Bustanul Arifin,
2010, Belajar Mudah Riset Operasional, ANDI.
Sitinjak. Tumpal JR,
Riset Operasi, Graha Ilmu, 2006
Taylor III. Bernard W,
Manajemen Sains, Salemba Empat, 2008
Wijaya. Andi, Pengantar
Riset Operasi, Mitra Wacana Media, 2012
Rabu, 28 September 2016
SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK DAN MONARKI (TUGAS 1 PKN)
REPUBLIK
Dalam
pengertian dasar, Republik adalah
sebuah negara di mana tampuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat, bukan
dari prinsip keturunan Bangsawan dan sering dipimpin atau dikepalai oleh
seorang Presiden.
Istilah
ini berasal dari bahasa Latin “Res Publica”, atau "Urusan Awam", yanng artinya
kerajaan dimilik serta dikawal oleh rakyat. Namun Republik berbeda dengan
konsep Demokrasi. Terdapat kasus dimana negara Republik diperintah secara Totaliter.
Misalnya,
Afrika Selatan yang telah menjadi Republik sejak 1961, tetapi disebabkan dasar Apartheid sekitar 80% penduduk kulit
hitamnya dilarang untuk mengikuti pemilu. Tentu saja terdapat juga negara Republik
yang melakukan perwakilan secara Demokrasi.
Konsep
Republik telah digunakan sejak berabad lamanya dengan Republik yang paling
terkenal yaitu Republik Roma, yang bertahan dari 509 SM hingga 44 SM. Di dalam
Republik tersebut, prinsip-prinsip seperti “anualiti” (Memegang pemerintah selama satu tahun
saja) dan "collegiality"
(dua orang memegang jabatan ketua negara) telah dipraktekkan.
Dalam
zaman modern ini, ketua negara suatu Republik biasanya seorang saja, yaitu
Presiden, tetapi ada juga beberapa pengecualian misalnya di Swiss, terdapat Majelis
tujuh pemimpin yang merangkap sebagai Ketua negara, dipanggil Bundesrat, dan di
San Marino, jabatan Ketua negara dipegang oleh dua orang.
Republikanisme adalah pandangan bahwa sebuah republik merupakan bentuk
pemerintahan terbaik. Republikanisme juga dapat mengarah pada Ideologi dari
banyak partai politik yang menamakan diri mereka Partai Republikan.
Beberapa
dari antaranya adalah, atau mempunyai akarnya dari anti-monarkisme. Untuk kebanyakan partai republikan hanyalah sebuah
nama dan partai-partai ini, serta pihak yang berhubungan dengan mereka,
mempunyai sedikit keserupaan selain dari nama mereka.
REPUBLIK DAN KONSEP DEMOKRASI
Banyak
yang berpendapat negara republik
adalah lebih demokratik dari negara monarki. Namun itu semuanya sebenarnya
bergantung kepada siapa yang memegang Kuasa Eksekutif.
Pada
hampir setengah negara-negara monarki, Raja
hanyalah sekedar lambang kedaulatan negara, dan Perdana Menteri lebih berkuasa
dari Raja.
Monarki
biasanya bertakhta seumur hidup dan kuasanya akan diberi kepada saudara atau
anak, atau dipilih mengikut peraturan yang ditetapkan. Banyak negara monarki
adalah Demokratik.
Dari
segi mana yang lebih Demokratik, memang tak ada perbedaan yang jelas antara Republik dan Monarki. Di negara monarki, sering Perdana Menteri mempunyai kuasa
eksekutif lebih besar dibanding Rajanya, yang berkuasa dari segi adat istiadat
saja.
Dan ada
juga kasus di beberapa republik dimana Presidennya memerintah secara Totaliter.
Misalnya, negara di bawah pimpinan Bokassa di Republik Afrika Tengah. Walau
begitu, biasanya Republik sering disamakan dengan demokrasi. Amerika Serikat misalnya
dianggap sebagai simbol Demokrasi.
SISTEM PEMERINTAHAN JERMAN
Jerman
merupakan salah satu negara Federasi di Eropa. Dahulu Jerman adalah negara yang
berbentuk Kekaisaran namun setelah perang Perancis-Rusia, Sistem Pemerintahan
Jerman berubah menjadi Sistem Pemerintahan Parlementer
dengan kepala pemerintahan Kanselir.
Saat
Pemerintahan Jerman dipegang oleh NAZI dengan pemimpinnya Adolf Hitler serta rezim otoriternya.
Jerman sempat terpecah menjadi dua bagian : Jerman Barat (Federal) dan Jerman Timur (Demokratik).
Kekalahan dalam Perang Dunia II membuat Jerman sempat kehilangan wilayah timur
sehingga pemerintahan berpindah ke Jerman Barat.
Pada
tahun 1990 Jerman kembali bersatu antara Jerman Barat dan Jerman Timur ditandai
dengan Runtuhnya Tembok Berlin. Sejak Jerman bersatu, sistem pemerintahan
mereka adalah Demokrasi yang
berbasis ideologi berlandaskan prioritas hak-hak asasi manusia.
Dalam Parlemen
Jerman, Partai dengan koalisi yang dominanlah yang memimpin Parlemen. Dalam
pemerintahan Jerman, parlemen dikenal dengan nama Bundestag (Anggotanya dipilih) dan Bundesrat (Anggotanya adalah perwakilan dari negara-negara bagian).
Bundesrat hampir mirip dengan senat
walau terdapat beberapa perbedaan wewenang.
Pemerintahan
Jerman dipimpin oleh Kanselir namun
Jerman tetap memiliki Presiden yang dipilih dalam periode lima tahun.
Jerman
juga memiliki Makhamah Konstitusi Liberal, dimana setiap warga mempunyai hak mengajukan
keberatan berdasarkan Konstitusi jika ia merasa hak asasinya dilanggar oleh
pemerintah.
MONARKI
Monarki
berasal dari bahasa Yunani monos (μονος) yang berarti satu, dan
archein
(αρχειν) yang berarti Pemerintah. Monarki merupakan sejenis pemerintahan yang
dipimpin oleh seorang penguasa monarki.
Monarki atau
sistem pemerintahan kerajaan adalah sistem tertua di dunia. Pada awal kurun
ke-19, terdapat lebih 900 tahta kerajaan di dunia, tetapi menurun menjadi 240
dalam abad ke-20. Sedangkan pada dekade kedelapan abad ke-20, hanya 40 takhta
saja yang masih ada. Dari jumlah tersebut, hanya empat Negara mempunyai
penguasa Monarki yang mutlak dan selebihnya terbatas kepada sistem Konstitusi.
Perbedaan
di antara penguasa Monarki dengan Presiden sebagai kepala negara adalah penguasa Monarki
menjadi kepala negara sepanjang hayatnya, sedangkan Presiden biasanya memegang
jabatan ini untuk jangka waktu tertentu.
Namun dalam negara-negara Federasi
seperti Malaysia, penguasa Monarki atau Yang dipertuan Agung hanya berkuasa
selama 5 tahun dan akan digantikan dengan penguasa Monarki dari negeri lain
dalam persekutuan. Pada zaman sekarang, konsep Monarki mutlak hampir tidak ada
lagi dan kebanyakannya adalah Monarki
konstitusional, yaitu penguasa Monarki yang dibatasi kekuasaannya oleh Konstitusi.
Monarki demokratis berbeda dengan konsep penguasa monarki yang sebenarnya. Pada
kebiasaannya penguasa Monarki itu akan mewarisi tahtanya. Tetapi dalam sistem
monarki demokratis, tahta penguasa Monarki akan bergilir-gilir di kalangan
beberapa Sultan. Malaysia misalnya, mengamalkan kedua sistem yaitu Kerajaan
Konstitusional serta Monarki Demokratis.
Bagi
kebanyakan negara, penguasa Monarki merupakan simbol Kesinambungan serta
Kedaulatan Negara tersebut. Selain itu, penguasa Monarki biasanya ketua agama
serta Panglima Besar Angkatan Bersenjata sebuah Negara.
Contohnya di Malaysia, Yang Dipertuan Agung merupakan Ketua Agama
Islam, sedangkan di Britania Raya dan negara di bawah naungannya, Ratu
Elizabeth II adalah Gubernur Agung Gereja Inggris. Meskipun demikian, pada masa
sekarang ini biasanya peran sebagai Ketua Agama tersebut adalah bersifat Simbolis
saja.
SISTEM PEMERINTAHAN MALAYSIA
Dalam Sistem pemerintahan Malaysia, Negara Malaysia
merupakan sebuah negara Federasi
yang terdiri atas 13 negara bagian dan 3 wilayah persekutuan di Asia Tenggara.
Ibu kota Malaysia adalah Kuala Lumpur,
sedangkan pusat pemerintahan persekutuan adalah Putrajaya.
Negara
Malaysia dipisahkan ke dalam dua kawasan, Malaysia Barat dan Malaysia Timur,
oleh Kepulauan Natuan, Wilayah
Indonesia di Laut Cina Selatan. Malaysia berbatasan dengan Thailand, Indonesia,
Singapura, Brunei Darussalam dan Filipina.
Federasi Malaysia adalah sebuah Monarki Konstitusional. Kepala negara
persekutuan Malaysia adalah Yang di-Pertuan Agung, biasa disebut Raja Malaysia.
Yang di-Pertuan Agung dipilih dari dan oleh Sembilan Sultan Negeri-negeri
Malaya, untuk menjabat selama 5 tahun secara bergiliran. Empat pemimpin negeri
lainnya, yang bergelar Gubernur, tidak turut serta di dalam pemilihan.
Sistem
pemerintahan Malaysia bermodelkan Sistem Parlementer Westminter,
warisan Penguasa Kolonial Britania. Akan tetapi, di dalam praktiknya, kekuasaan
lebih terpusat pada Eksekutif daripada Legislatif, dan Yudikatif diperlemah
oleh tekanan berkelanjutan dari pemerintah selama Zaman Mahathir, kekuasaan Yudikatif dibagikan antara pemerintah
persekutuan dan pemerintah Negara Bagian. Sejak Kemerdekaan pada tahun 1957,
Malaysia diperintah oleh Koalisi
Multipartai yang disebut Barisan Nasional (pernah disebut juga Aliansi).
Kekuasaan
Legislatur dibagi antara Legislatur Persekutuan dan Legislatur Negeri. Parlemen Bikameral
terdiri atas Dewan Rendah, Dewan Rakyat yang mirip dengan DPR (Dewan Perwakilan
Rakyat) di Indonesia, dan Dewan Tinggi, Senat atau Dewan Negara mirip dengan
DPD (Dewan Perwakilan Daerah) di Indonesia.
Sebanyak
220 anggota Dewan Rakyat dipilih dari daerah pemilihan beranggota tunggal yang
diatur berdasarkan jumlah penduduk untuk masa jabatan terlama 5 tahun. 70 Senator bertugas untuk masa jabatan
3 tahun. 26 di antaranya diplih oleh 13 Majelis negara bagian (masing-masing
mengirimkan dua utusan), dua mewakili wilayah persekutuan Kuala Lumpur, masing-masing
satu mewakili wilayah Persekutuan Labuan dan Putrajaya, dan 40
diangkat oleh raja atas nasihat perdana menteri.
Di
samping Parlemen pada tingkatan
persekutuan, tiap-tiap negara bagian memiliki Dewan Legislatif “Unikameral”
(Dewan Undangan Negeri) yang para anggotanya dipilih dari daerah-daerah
pemilihan beranggota tunggal.
Pemilihan umum Parlemen dilakukan paling sedikit
5 tahun sekali, dengan pemilihan umum terakhir pada Maret 2008. Pemilih
terdaftar berusia berusia 21 tahun
ke atas dapat memberikan suaranya kepada calon anggota Dewan Rakyat dan calon anggota Dewan Legislatif negara bagian juga,
di beberapa negara bagian, voting tidak diwajibkan.
SUMBER :
Langganan:
Postingan (Atom)






















